JURNAL YUOKY

Beranda » SEKAPUR SIRIH BLOG (About Us)

SEKAPUR SIRIH BLOG (About Us)

Blog ini adalah blog pribadi yang isinya terdapat berbagai macam tulisan maupun pemaparan tentang segala pengetahuan baik dari hukum, teknologi dan lain sebagainya yang mungkin berguna bagi masyarakat awam yang tidak mengetahuinya selain itu blog ini juga berisi konten tulisan – tulisan seputar ekonomi, kumpulan makalah maupun jurnal – jurnal, informasi yang bermanfaat, kata motivasi, tips dan trik serta kisah – kisah inspiratif dalam kehidupan.

Sebelum dijelaskan lebih lanjut mengapa Blog ini diberi nama Otoritas Semu akan saya jelaskan terlebih dahulu pengertian dari Otoritas dan Semu agar kita dapat memahaminya.

  • Pengertian Otoritas

Pengertian Otoritas sendiri dilihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia dan juga pengertian yang diambil dari Wikipedia adalah

  1. kekuasaan yang sah yang diberikan kepada lembaga dalam masyarakat yg memungkinkan para pejabatnya menjalankan fungsinya;
  2. hak untuk bertindak;
  3. kekuasaan, wewenang;
  4. hak melakukan tindakan atau hak membuat peraturan untuk memerintah orang lain

Otoritas adalah istilah yang sering digunakan dalam bidang pemerintahan yang artinya klaim legitimasi atau pembenaran hak untuk melakukan untuk menjalankan kekuasaan. Otoritas sering disamakan dengan istilah ‘kekuasaan’, padahal sebenarnya tidak sama, kekuasaan lebih mengacu pada kemampuan untuk memerintah seseorang yang orang lain tidak memiliki kemampuan itu.

Sejak munculnya ilmu-ilmu sosial, otoritas telah menjadi subyek penelitian dalam berbagai pengaturan empiris: keluarga (otoritas orangtua), kelompok-kelompok kecil (otoritas informal kepemimpinan), menengah organisasi, seperti sekolah, gereja, tentara, industri dan birokrasi (otoritas organisasi dan birokrasi) dan organisasi masyarakat-lebar atau inklusif, mulai dari masyarakat suku paling primitif ke organisasi negara-bangsa dan menengah modern (otoritas politik). Sedangkan definisi otoritas dalam ilmu sosial kontemporer adalah masalah perdebatan.

Terdapat beberapa pendapat para ahli tentang pengertian Otoritas. Menurut Michaels dalam “Encyclopedia of Social Sciences” otoritas adalah kapasitas, bawaan atau diperoleh untuk melaksanakan pengaruhnya terhadap kelompok. Ilmuwan lain, bagaimanapun, berpendapat bahwa otoritas bukanlah kapasitas tetapi hubungan. Ini adalah sanksi kekuatan, kekuatan dilembagakan. Sedangkan menurut Robert Bierstedt dalam karangannya An Analysis of Social Power mengatakan bahwa wewenang (authority) adalah institutionalized power (kekuasaan yang dilembagakan). Kekuasaan yang hadir dan telah ada tentunya membutuhkan sebuah faktor pendukung lain dalam pelaksanaannya, dan tentunya juga butuh sebuah pengaturan yang terstruktur sehingga tidak amburadul dan tidak jelas mana yang memiliki hak berkuasa dan mana yang tidak. Hampir sama dengan yang apa disampaikan oleh Robert Bierstedt, Harold D. Laswell dan Abraham Kaplan dalam buku Power and Society mengatakan bahwa wewenang itu adalah kekuasaan yang formal. Formalnya sebuah kekuasaan membuat kekuasaan memiliki wewenang dan hak untuk mengeluarkan perintah dan membuat peraturan serta memiliki otoritas untuk memberikan sanksi bila aturan atau perintah tersebut dilanggar dan tidak dilaksanakan. Namun, walau telah ada kekuasaan dan telah dilembagakan atau sah, masih ada faktor lain untuk dapat dengan efektif dan mengurangi pemaksaan dan kekrasan dalam pelaksanaannya. Sebuah kekuasaan tentunya harus memiliki pengakuan atau keabsahan.

Dalam arti besar otoritas merupakan kemampuan seseorang atau suatu organisasi untuk melakukan gaya hidup / perintah tertentu untuk orang lain atau kelompok lain. Nah, untuk orang yang berkepribadian otoritas disebut otoriter.

Otoritas dikenal sebagai salah satu dasar masyarakat dan berdiri melawan kerjasama dalam mengadopsi pola gaya hidup sebagai akibat dari otoritas yang disebut ketaatan dan otoritas sebagai sebuah konsep mencakup kebanyakan kasus kepemimpinan.

Otoritas dapat menghasilkan pengaruh. Sebaliknya, pengaruh dapat menghasilkan otoritas. Perbedaanya adalah, jika pengaruh lahir dari otoritas, maka pengaruh tersebut hanya bersifat sementara selama seseorang memiliki otoritas di dalam dirinya. Orang-orang akan mengikuti dan berada di dalam pengaruhnya semata-mata karena otoritas yang dimilikinya. Akan tetapi, jika otoritas lahir dari pengaruh, maka pengaruh tersebut bersifat jangka panjang. Orang-orang akan mengikuti seorang pemimpin yang memiliki pengaruh yang kuat sekalipun tidak lagi memiliki otoritas tertentu. Ketika seorang pemimpin mampu membangun suatu pengaruh yang kuat di kalangan pengikutnya, maka dengan sendirinya pemimpin itu mendapatkan otoritas dari orang-orang yang dipimpinan-nya. Otoritas (authority) adalah hal yang berbeda dengan pengaruh (influence). Otoritas memang dapat melahirkan pengaruh. Tetapi ketaatan yang timbul dari pengaruh semacam itu adalah sementara. Pengaruh semacam itu muncul akibat otoritas yang ada di dalam diri seseorang. Saat tidak lagi memilikinya, maka otomatis dirinya tidak lagi berpengaruh pada orang lain.

Dari berbagai pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa otoritas itu berhubungan dengan kekuasaan yang dimilliki seseorang atau sekelompok orang yang memiliki hak, wewenang dan legitimasi untuk mengatur, memerintah, memutuskan sesuatu, menegakkan aturan, menghukum atau menjalankan suatu mandat bahkan untuk memaksakan kehendak. Melalui pengertian tersebut, otoritas memiliki kaitan yang sangat erat dengan kekuasaan yang dimiliki oleh seseorang.

  • Sumber Otoritas

Tingkat otoritas manajerial tertinggi di puncak menurun sampai ke bawah dalam organisasi. Garis otoritas ini dikenal sebagai rantai komando (chain of command). Rantai komando ada jika seseorang menjadi bawahan dan yang lain. Rantai konsep komando, sebagaimana ditunjukkan oleh Buford, Jr. & Bedelan (1988: 67), sangat terkait dangan dua prinsip manajemen populer yang lain yakni pinsip skalar dan prinsip kesatuan komando.

  1. Prinsip skalar menyatakan bahwa garis otoritas yang tegas dan manajer puncak ke masing-masing jabatan bawahan mempengaruhi komunikasi dan pengambilan keputusan.
  2. Prinsip kesatuan komando menyatakan bahwa untuk meminimalisasi konflik dan memaksimalisasi tanggungjawab terhadap hasil seseorang harus melapor kepada atasan tunggal.
  • Tipologi Otoritas

Line functions berupa fungsi-fungsi yang memiliki tanggungiawab langsung untuk melaksanakan tujuan organisasi. Para pegawai dalam rantai komando langsung yang memerintah mereka yang melaksanakan tujuan organisasi disebut sebagai line. Line dalam sistem persekolahan dangan demikian mencakup direktur kurikulum, direktur murid untuk kegiatan lapangan, dan direktur hubungan masyarakat. Pemimpin program dan proyek dapat dipertimbangkan sebagai line tergantung sejauh mana staff spesialis yang melapis kepadanya dan terlibat dalam layanan langsung kepada klien. Dalam konteks ini, line authority berhak dan bertugas memberi komando tidak terbatas. Otoritas untuk semua aktifitas mengikuti rantai komando.

  • Pengertian Semu

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia semu memiliki arti tampak spt asli (sebenarnya), padahal sama sekali bukan yg asli (sebenarnya); dilihat arti dari kata benda semu memiliki arti n tipu; muslihat: pujuk Melayu — Jawa

Jadi semu ini bisa diartikan segala sesuatu yang tampak seperti bentuk atau wujud nyata aslinya namun bukan yang sebenarnya sehingga membuat seseorang menjadi tertipu. Dapat dikatakan pula semu ini seseorang yang mengucapkan janji – janji agar orang lain merasa bahagia namun hal tersebut merupakan sebuah bujuk rayu agar orang tersebut mengikuti apa yang menjadi keinginannya dan setelah dapat apa yang menjadi keinginannya dia tidak menepati janji yang sudah diucapkannya.

III.   Sekapur Sirih Tentang Blog

Blog ini diberi nama Otoritas Semu yang apabila diartikan secara ekplisit kewenangan atau wewenang palsu yang dimana di dalam blog ini terdapat berbagai macam tulisan maupun pemaparan tentang segala pengetahuan baik dari hukum teknologi dan lain sebagainya yang mungkin berguna bagi masyarakat awam yang tidak mengetahuinya dikarenakan situasi dan kondisi masyarakat yang tidak lagi memiliki kekuatan di berbagai sektor tidak seperti yang tertuang di dalam Undang – Undang Dasar 1945 Pasal 1 yang berbunyi “Kedaulatan adalah di tangan rakyat, dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat.” yang dimana di dalam Pasal ini terlihat jelas posisi rakyat (masyarakat) selaku warga negara terlihat lemah sehingga tidak memiliki kekuatan dan dijelaskan lagi di dalam Pasal 33 yang berbunyi “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”  pada pasal ini juga terlihat jelas bahwa negara menguasai semua yang menyangkut hajat hidup orang banyak dimana untuk kemakmuran rakyat namun faktanya tidak terlihat jelas hingga saat ini.

Pemerintahan yang ada tidak terlihat mampu menanggulangi segala permasalahan yang tumpang tindih tidak hanya pada masyarakat antar lembaga pun terkadang terjadi permasalahan yang sangat kompleks yang mencirikan negara demokrasi namun demokrasi yang terlihat hanya demokrasi bagi kepentingan suatu golongan bukan kepentingan warga negara (masyarakat).

Berawal dari inilah Blog ini diberi nama Otoritas Semu semoga tulisan – tulisan yang ada di dalam Blog ini dapat memberikan manfaat serta pengetahuan bagi semua orang baik yang sudah paham maupun yang masih awam. Saya selaku penulis mengucapkan terima kasih banyak kepada para pengunjung yang telah mengunjungi Blog ini apabila terdapat tulisan yang menyinggung perasaan atau tidak berkenan di hati mohon dimaafkan karena disini saya hanya saling berbagi informasi dan pengetahuan yang sama – sama kita miliki.

Demikianlah sekapur sirih tentang blog ini apabila terdapat kata – kata yang kurang berkenan pada tulisan yang ada di blog ini mohon dimaafkan. Saya selaku penulis mengucapkan terima kasih banyak kepada pengunjung yang telah mengunjungi blog saya dan memberikan kontribusinya pada blog Otoritas Semu ini.

NB: Apabila sudah membaca isi dari blog ini dimohonkan bagi para pengunjung untuk memberikan kontribusinya dengan mengklik like yang terletak pada akhir post atau rate dibawah judul postingan dan juga klik follow Otoritas Semu atau follow by email. Kemudian klik like pada Facebook Fanpagenya sebagai tanda anda bisa menghargai hasil jerih payah orang lain. Terima kasih atas atensinya. 

Penulis,

Yuoky Surinda 

%d blogger menyukai ini: