JURNAL YUOKY

Beranda » Hukum Perdata » PERBEDAAN ANTARA PERBUATAN MELAWAN HUKUM DENGAN WANPRESTASI

PERBEDAAN ANTARA PERBUATAN MELAWAN HUKUM DENGAN WANPRESTASI

Pengertian PMH

Dinamakan perbuatan melawan hukum apabila perbuatan itu bertentangan dengan hukum pada

umumnya. Hukum bukan saja berupa ketentuan – ketentuan undang-undang, tetapi juga aturan – aturan hukum tidak tertulis, yang harus ditaati dalam hidup bermasyarakat.

Kerugian yang ditimbulkan itu harus disebabkan karena perbuatan yang melawan hukum itu; antara lain kerugian-kerugian dan perbuatan itu harus ada hubungannya yang langsung; kerugian itu disebabkan karena kesalahan pembuat. Kesalahan adalah apabila pada pelaku ada kesengajaan atau kealpaan (kelalaian).

Perbuatan melawan hukum tidak hanya terdiri atas satu perbuatan, tetapi juga dalam tidak berbuat sesuatu. Dalam KUH Perdata ditentukan pula bahwa setiap orang tidak saja bertanggungjawab terhadap kerugian yang disebabkan karena perbuatannya sendiri, tetapi juga terhadap kerugian yang ditimbulkan karena perbuatan orang-orang yang ditanggungnya, atau karena barang-barang yang berada dibawah pengawasannya.

Wanprestasi

Wanprestasi timbul dari persetujuan (agreement). Artinya untuk mendalilkan suatu subjek hukum telah wanprestasi, harus ada lebih dahulu perjanjian antara kedua belah pihak sebagaimana ditentukan dalam Pasal 1320 KUHPerdata :

“Supaya terjadi persetujuan yang sah, perlu dipenuhi empat syarat: kesepakatan mereka yang mengikatkan dirinya; kecakapan untuk membuat suatu perikatan; suatu pokok persoalan tertentu; suatu sebab yang tidak terlarang.”

Wanprestasi terjadi karena debitur (yang dibebani kewajiban) tidak memenuhi isi perjanjian yang disepakati, seperti :

a. tidak dipenuhinya prestasi sama sekali,
b. tidak tepat waktu dipenuhinya prestasi,
c. tidak layak memenuhi prestasi yang dijanjikan,

Jadi Perbedaan PMH dan Wanprestasi

(1). PMH lahir dari perikatan karena undang-undang, sedang-kan wanprestasi lahir dari perikatan

       karena perjanjian.

(2). Akibat akhir dari PMH adalah pemulihan keadaan seperti semula dan ganti rugi, sedangkan

       akibat akhir dari wan-prestasi adalah pelaksanaan prestasi dan ganti rugi.

(3). Bentuk PMH adalah perbuatan melawan kewajiban hukumnya, atau melanggar hak subjektif

      orang lain, atau melanggar kesusilaan atau melanggar kepatutan, ketelitian, dan kehati-hatian.

      Sedangkan bentuk wanprestasi adalah keterlambatan, tidak sesuai dengan isi perjanjian atau

      tidak melaksanakan perjanjian.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: