JURNAL YUOKY

Beranda » Kisah Inspirasi » Catatan Seorang Munafik

Catatan Seorang Munafik

Jika saya suka mengenakan celana pendek dan kaos oblong, tapi pekerjaan saya mengharuskan saya rapi dan berpakaian formal. Apakah saya seorang munafik?

Jika saya rajin beribadah, namun saya bekerja di pabrik minuman keras. Apakah saya seorang munafik?

Jika saya seorang pelacur yang puasa pada siang hari tapi bekerja pada malam hari di bulan Ramadhan. Apakah saya seorang munafik?

Jika saya seorang guru agama, namun saya gemar berjudi, apakah saya seorang munafik?

Pertanyaan yang mudah, namun jawabannya agak tricky.

Saya suka pornografi dan berbuat mesum, tapi saya mau anak perempuan saya nanti jadi anak yang baik dan taat beragama.

Apakah itu menjadikan saya seorang munafik? jika ya, Maka saya adalah seorang yang munafik.

Saya suka menggunakan narkoba, namun saya tidak mau anak saya terjerumus menjadi pemakai.

Apakah itu menjadikan saya seorang munafik? jika ya, Maka saya adalah seorang yang munafik.

Saya gemar musik keras dan ideologinya dengan tema satanik dan anti agama, tapi saya berharap masuk surga dan tidak ditinggal Tuhan

Apakah itu menjadikan saya seorang munafik? jika ya, Maka saya adalah seorang yang munafik.

Menjadi seorang munafik tidaklah mudah, karena kita tidak bisa membuka diri dan mengaku bahwa kita adalah seorang munafik. Label munafik bisa dengan mudah diberikan oleh orang lain yang mendewakan kejujuran terhadap diri sendiri dan dari mereka yang “perlu memberitahu apa yang harus dilakukan”.

Mohon pahami, bahwa tidak semua orang murni “hitam” dan “putih”. Sebagian orang mungkin berhasil menjadi orang yang baik dan menjadi contoh bagi teman dan keluarganya. Sementara sebagian lainnya sukses menjadi orang yang “open minded” dan membebaskan teman dan keluarganya menjadi apapun yang mereka mau.

Dan diantara merekalah kami berada. Para hipokrit yang ditolak surga dan dicibir neraka karena kami tidak 100% memilih suatu sisi.

Apakah kami orang baik yang memiliki sisi buruk?

Ataukah orang tidak baik yang memiliki sisi kebaikan?

Kami sendiri tidak tahu.

Kami dipaksa oleh norma untuk menonjolkan hanya satu sisi saja. karena jika ada sisi lain yang terungkap, penghakiman akan datang kepada kami.

Jujurlah, apa reaksi anda jika membaca pertanyaan2 diatas? Sebagian besar pasti akan menyalahkan kami atas hal-hal buruk yang terjadi di sekitar kami.

Jika boleh berterus terang (ini kalimat stereotipe para hipokrit), kami juga membenci sesama manusia munafik. Kami saling membenci satu sama lain. Karena mereka mengingatkan kami akan diri kami sendiri. Mengingatkan kami akan kotoran busuk kami sendiri yang ditutup rapat dalam kotak besi dan dilumuri dengan bergalon minyak wangi.

Itulah mengapa kami sangat menikmati video Ariel-Luna tapi sangat terganggu ketika si wanita kemudian tampil di tv seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Sama seperti ketika Maria Ozawa yang kami nikmati tubuhnya di momen paling privat, tiba2 bermain film yang ditonton semua umur. Kami merasa terganggu karena seolah-olah mereka membawa rahasia kami yang paling tersembunyi ke khalayak ramai. Senyum mereka yang kami tangkap sebagai isyarat “Aku tahu apa yang kau lakukan dengan videoku semalam”.

 

Tidak, tulisan ini bukan menuntut pengakuan atau pemakluman. Hanya mengingatkan bahwa kami ada, dan mungkin anda salah satu dari kami.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: